Jakarta (KABARIN) - Pengamanan wilayah di Kecamatan Cakung makin diperkuat selama Ramadhan 2026. Personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan untuk rutin berpatroli di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan lewat Operasi Cipta Kondisi atau Cipkon.
Camat Cakung Rohmad mengatakan langkah ini dilakukan demi menjaga rasa aman dan kenyamanan warga selama bulan suci.
"Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kenyamanan warga selama bulan suci Ramadhan 2026, kami melakukan patroli di wilayah-wilayah rawan," kata Rohmad di Jakarta, Senin.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi kesehatan saat menjalankan tugas di lapangan, terutama di jam jam rawan.
"Wilayah-wilayah rawannya juga, khususnya pada jam-jam rawan, tindak kriminal dan aksi balap liar," ujarnya.
Selain patroli, penguatan posko anti tawuran juga jadi perhatian utama. Sejumlah titik di Kecamatan Cakung kini dilengkapi posko pengamanan untuk mencegah potensi konflik warga dan gangguan kamtibmas.
Menurut Rohmad, kerja sama lintas unsur ini diharapkan bisa menciptakan suasana Ramadhan yang lebih tenang, sehingga warga bisa beribadah dan beraktivitas tanpa rasa khawatir.
"Kita buktikan bahwa Operasi Cipkon ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas lingkungan selama bulan suci Ramadhan," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Jakarta Timur Muhammadong menyebut sebanyak 256 personel Satpol PP Jakarta Timur disiagakan untuk menjaga ketertiban selama Ramadhan 1447 H atau 2026 M.
"Sebanyak 256 personel jajaran Satpol PP siap memperkuat penjagaan dan siaga dalam memastikan ketertiban selama Ramadhan," kata Muhammadong, Kamis 19 Februari 2026.
Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Timur juga mendirikan 27 posko terpadu sebagai bagian dari Operasi Pekat Jaya 2026. Posko ini dibuat untuk mencegah penyakit masyarakat dan potensi tawuran jelang Ramadhan.
Operasi Pekat Jaya 2026 merupakan program terpusat dari Polda Metro Jaya yang digelar serentak di seluruh wilayah hukumnya, termasuk Jakarta Timur.
Setiap posko diisi sekitar 20 personel gabungan. Sepuluh di antaranya berasal dari unsur kepolisian, baik dari Polres Metro Jakarta Timur maupun Polda Metro Jaya. Sisanya melibatkan Satpol PP, Kodim 0505 Jakarta Timur, serta unsur masyarakat setempat.
Posko terpadu ini beroperasi berdasarkan tingkat kerawanan wilayah. Jam operasional dimulai dari pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya, waktu yang dinilai paling rawan terjadinya gangguan keamanan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026